"Annyeonghaseyo^^ Welcome To General Blog :D"
Tampilkan postingan dengan label Bahasa Indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bahasa Indonesia. Tampilkan semua postingan

Jumat, 27 Maret 2015

Me-resensi Buku (tugas kelas IX Semester I)


Annyeong ^^
Sekarang saya akan membagikan resensi sebuah buku. Ini merupakan tugas yang diberikan saat semester I. Dan ini adalah resensi buku dari kelompok saya.


COVER (Halaman I)

RESENSI BUKU
PANDUAN LENGKAP BETERNAK dan BISNIS KELINCI
POTONG dan HIAS



Disusun Oleh :

1.    Alfinda Zahra Yunisa (04)
2.   Muh. Iqbal Kholiq (18)
3.   Nia Farrah ophelia  I. (22)
4.   Roro Ayu Handayani (28)









SMP NEGERI 01 TAYU

TAHUN PELAJARAN 2014/2015



Halaman Ke-2
RESENSI BUKU


Identitas Buku :
Judul   Buku                :  Panduan Lengkap Beternak dan Berbisnis Kelinci Potong dan Hias
No. ISBN                    :  9786022555704
Penulis                         :  Ratih Setyawati
Penerbit                      :  FlashBooks
Tanggal Terbit            :  Cetakan Pertama, Juni 2014
Jumlah Halaman          :  147       
Kategori                      :  Peternakan

“Panduan Lengkap Beternak dan Berbisnis Kelinci Potong dan Hias”

Ulasan Buku :

Siapa yang tak kenal kelinci? Ya, saya pikir, semua orang pasti kenal dengan hewan yang lucu dan imut-imut itu. Kelinci, selain bentuknya yang lucu dan imut-imut, ternyata menyimpan prospek yang sangat menjanjikan di masa depan. Hal ini dikarenakan dari tahun ke tahun, permintaan kelinci selalu mengalami peningkatan.Tak terkecuali, jenis kelinci potong atau hias.

Pengen berbisnis kelinci dan meraup untung banyak? Disini, anda akan dapat mewujudkannya. Dengan mempelajari dan mempraktikkan tips yang ada didalam buku ini, niscaya uang akan  mengalir deras ke pundi-pundi anda. Dengan cerdas, buku ini menjadi pemandu bagi anda yang ingin beternak dan berbisnis kelinci potong dan hias.
           
Buku ciptaan Ratih Setyawati  ini membahas segala hal tentang kelinci, mulai dari jenis-jenis, cara membuat kandang, memberi pakan yang bergizi, mengenal proses beternak yang baik untuk menghasilkan keturunan yang unggul, cara memelihara anakan hingga siap untuk dipasarkan, hingga mengatasi berbagai penyakit kelinci. Tidak lupa, buku ini juga menyajikan kalkulasi bisnis dari bermacam-macam jenis kelinci. Semuanya itu dijelaskan secara mendalam dengan bahasa yang sederhana, sehingga sangat memudahkan Anda untuk memahaminya. Dengan didasarkan pada pengalaman para peternak kelinci potong dan hias yang tersebar di Jawa Timur, seperti Magetan, Nganjuk, Ponorogo, Madiun, dan lain sebagainya, jelas buku ini tidak diragukan lagi isinya.

            Buku ini sangat cocok bagi orang yang baru menyelami kegiatan ini  karena dalam buku ini, gambarnya berwarna sehingga sangat membantu para pembaca dan informasi mengenai perihal kelinci sangatlah lengkap. Namun, terlintas dari itu semua, kata – kata dalam buku ini masih ada yang sulit dipahami karena buku ini berorientasi dalam kehidupan bisnis yang ditujukan untuk para orang tua. Tapi itu bukanlah alasan untuk tidak memiliki buku ini. Karena, buku ini sangatlah layak untuk dimiliki.



Dan inilah hasil resensi dari kelompok kami. Maaf jika banyak kekurangan. Semoga bermanfaat, "Terima Kasih".



Kamis, 26 Maret 2015

Menulis Surat Pembaca dan Menulis Slogan Sesuai Konteks

Annyeong ^^
Setelah membagikan lirik, sekarang saya akan membagikan materi pelajaran Bahasa Indonesia kelas IX. Saya akan membagikan materi tentang menulis surat pembaca dan menulis slogan sesuai konteks.

A. SURAT PEMBACA

Surat pembaca adalah surat yang berisi kritikan, masukan, ucapan terima kasih, imbauan dan sebagainya kepada pihak lain. Surat pembaca digolongkan ke dalam surat pribadi karena selain ditulis secara pribadi, surat pembaca biasanya dimuat di surat kabar atau majalah.
Surat pembaca, pada umumnya berjumlah sekitar tiga hingga lima paragraf. Isi dari surat pembaca sebaiknya dibuat sejelas mungkin, tidak bertele – tele agar tidak membingungkan pembaca kelak.
Dalam penulisannya, sama halnya dengan bentuk surat pribadi, tetapi bahasanya lebih formal. Masalah yang disampaikan harus singkat, padat, dan jelas. Selain itu harus serta disertai fakta yang jelas, seperti hari, tanggal, dan waktunya. Sistematika surat pembaca, minimal ada judul, permasalahan, harapan, nama, dan alamat pengirim. Hal – hal pokok yang ada dalam surat pembaca, menyangkut jawaban dari apa, di mana, kapan, siapa, mengapa, dan bagaimana (Adik Simba). Surat pembaca harus disertai dengan data diri dan tanda pengenal yang masih berlaku.
Contoh Surat pembaca :
Bacalah ilustrasi berikut !
            Salah seorang pengguna Jalan Pasteur Bandung merasa kesulitan bila hendak menyebrang. Di karenakan volume kendaraan yang padat dan tidak pernah sepi ditambah lagi laju kendaraan rata – rata cepat. Salah satu usaha penanganannya adalah menulis surat pembaca dengan harapan dibuatkan jembatan penyeberangan.

Maka, surat pembacanya adalah :


Saya pengguna Jalan Pasteur. Saya merasa kesulitan bila hendak menyeberang karena kendaraan yang padat dan rata – rata kecepatannya tinggi. Kepada pihak terkait, saya harap dibuatkan jembatan penyeberangan. Terima Kasih

B. MENULIS SLOGAN SESUAI KONTEKS

Slogan merupakan salah satu bentuk penyampaian informasi yang memiliki ciri – ciri berbeda dibandingkan dengan jenis penyampaian informasi lain. Slogan berisi penjelasan tujuan atau visi suatu organisasi atau golongan.
Ciri – ciri kalimat slogan :
          1.     Bahasa yang menarik, mudah dipahami, dan bersifat persuasif.
          2.    Isinya singkat dan jelas.
          3.    Kalimatnya pendek, menarik, dan mudah diingat.
          4.    Menjelaskan visi, misi, tujuan.
Contoh Slogan :
Bacalah ilustrasi berikut !
Kepala sekolah menghimbau kepada seluruh warga sekolah jangan membuang sampah sembarangan dan tetap menjaga kebersihan lingkungan sekolah

Maka, slogan yang tepat adalah :
Sampah musuh kita, bersih sahabat kita.

Beberapa contoh slogan :
          Ø  Jujur perilakuku tinggi prestasiku.
          Ø  Membuang sampah sembarangan perilaku serampangan.
          Ø  Tanam pohon sekarang, segar udara kemudian.