"Annyeonghaseyo^^ Welcome To General Blog :D"
Tampilkan postingan dengan label Biologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Biologi. Tampilkan semua postingan

Rabu, 25 Maret 2015

Sistem Peredaran Darah Part II

Annyeong ^^
Ini merupakan lanjutan post sistem peredaran darah part I.

C. Proses Pembekuan Darah


            Jika terjadi luka dan darah mengalir ke luar, maka trombosit yang menyentuh permukaan luka yang kasar akan pecah dan mengeluarkan enzim trombokinase. Trombokinase akan mengubah protombin menjadi trombin. Pengubahan protombin menjadi trombin ini dibantu oleh ion kalsium dan vitamin K. Selanjutnya trombin mengubah fibrinogen menjadi benang – benang fibrin yang akan menutup luka tersebut hingga aliran darah terhenti. Bagian proses pembekuan darah dapat digambarkan sebagai berikut.

                                            

D. Golongan Darah

            Salah satu cara penggolongan darah dikemukakan oleh Dr. Karl Landsteiner dan Donath. Dr. Karl dan Donath beranggapan bahwa golongan darah dapat dibedakan berdasarkan ada tidaknya aglutinogen (antigen pada membran eritrosit) dan aglutinin (sejenis protein/antibodi) dalam plasma darah. Aglutinogen ada dua macam, yaitu aglutinogen A dan aglutinogen B. Aglutinin juga dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu aglutinin α (alfa) dan aglutinin β (beta). Berdasarkan hasil tersebut darah dapat digolongkan menjadi 4 macam, seperti pada tabel berikut.
  
No.
Golongan Darah
Aglutinogen
Aglutinin
1.
Golongan Darah A
A
β
2.
Golongan Darah B
B
α
3.
Golongan Darah AB
A,B
-
4.
Golongan Darah O
-
α , β
  
            Golongan darah seseorang dapat diuji menggunakan serum anti A dan serum anti B. Darah yang mengandung aglutinogen A akan menggumpal bila diberi anti A, sedangkan darah yang mengandung aglutinogen B akan menggumpal bila diberi anti B.
            Donor adalah orang yang memberikan darahnya kepada orang lain. Sementara itu, resipien adalah orang yang menerima darah dari orang lain. Jika kita mencari donor darah perlu diperhatikan aglutinogennya, sedangkan untuk resipien perlu diperhatikan aglutinogennya, sedangkan untuk resipien perlu diperhatikan aglutininnya. Kesesuaian gologan darah pendonor dan resipien berdasarkan aglutinogen dan aglutininnya dapat dilihat dalam tabel berikut.
           
Donor Resipien        
A
(α,β)
B
(β, α)
AB
(αβ,-)
O
(-,αβ)
A (α,β)
-
+
+
-
B (β, α)
+
-
+
-
AB (αβ,-)
-
-
-
-
O (-,αβ)
+
+
+
-

Keterangan : (+) terjadi penggumpalan

                     (-) tidak terjadi penggumpalan



Jumat, 20 Maret 2015

Sistem Peredaran Darah Pada Manusia Part I



1.  Darah
  a.   Fungsi Darah
Fungsi darah adaalah sebagai berikut.
    1)  Plasma darah  berfungsi mengangkut sari – sari makanan ke seluruh tubuh, mengambil zat – zat sisa metabolisme untuk dikeluarkan dari dalam tubuh, dan mengedarkan hormon yang dikeluarkan oleh kelenjar endokrin.
     2)  Sel darah merah (eritrosit), berfungsi mengangkut oksigen ke seluruh tubuh.
     3)  Sel darah putih (leukosit), berfungsi membunuh kuman – kuman penyakit yang masuk ke dalam tubuh.
    
 4)    Keping darah (trombosit), berfungsi untuk menutup luka dengan cara membekukan darah.
 5)    Menjaga kestabilan suhu tubuh.

b.  Bagian – Bagian Darah
Volume darah di dalam tubuh manusia + 5L, yang terdiri atas 55% berupa cairan (plasma darah) dan 45% terdiri atas sel – sel darah. Setiap tetes darah mengandung lebih dari 250 juta sel darah merah, 375.000 sel darah putih, dan 16 juta keping darah.
1)   Plasma Darah
Plasma darah merupakan cairan darah yang berwarna kekuning – kuningan. Pada plasma darah terdapat protein albumin yang berfungsi untuk mempertahankan tekanan osmosis darah, globulin sebagai pembentuk antibodi, dan fibrinogen yang berperan dalam proses pembekuan darah.
2)   Sel – sel Darah
Sel – sel darah terdiri atas sel – sel darah merah (eritrosit), sel darah putih (leukosit), dan keping darah (trombosit).
                          I.        Sel darah merah berbentuk bulat pipih, tidak memiliki inti, dan cekung di bagian tengahnya (bikonkaf). Sel darah merah mempunyai warna merah mempunyai warna merah yang diakibatkan oleh pigmen yang disebut hemoglobin (Hb). Hemoglobin mengandung zat besi (Fe) dan berfungsi mengikat oksigen. Sel darah merah dibentuk dalam sumsum merah pada tulang pipih dan dapat bertahan selama + 120 hari. Jika sudah rusak akan dirombak di hati dan limpa (kura). Hemoglobin dirombak menjadi zat warna empedu (bilirubin), sedangkan zat besi digunakan untuk membuat sel darah merah baru.
                      II.       Sel darah putih  berukuran lebih besar. Sel – sel darah putih tidak berwarna, mempunyai inti, bentuk tidak tetap, dapat bergerak seperti amoeba (amoebaid), dan dapat menembus dinding pembuluh darah. Pada kondisi normal tiap 1 mm3 darah terdapat + 5.000 hingga 10.000 sel darah putih 12 – 13 hari dan dibuat di dalam sumsum merah tulang, kelenjar limfa, dan limpa. Fungsi sel darah putih adalah melindungi tubuh dari infeksi. Selain itu, sel darah putih juga menghasilkan antibodi (zat kebal). Pada saat terjadi infeksi, jumlah sel darah putih akan meningkat, yang disebut leukositosis, sedangkan jika jumlahnya kurang dari normal disebut leukopenia.
                                 III.        Keping – keping darah (trombosit) memiliki bentuk tidak teratur, tidak berinti, dan berukuran lebih kecildari sel darah lain. Setiap 1 mm3 darah mengandung + 200.000 trombosit. Pembuatan trombosit dilakukan pada sumsum merah tulang pipa. Trombosit berperan dalam proses pembekuan darah.


Kamis, 19 Maret 2015

Gangguan dan Penyakit Pada Sistem Pencernaan

Annyeong ^^
Sekarang saya akan membagikan gangguan dan penyakit pada sistem pencernaan. InsyaAllah ini akan bermanfaat bagi kita semua, apalagi bagi kita kelas IX yang akan menghadapi UN. Amin ^^


   1.     Diare
Diare terjadi karena jika makanan dari perut mengalir ke usus lebih cepat maka defekasi menjadi lebih sering dengan feses yang mengandung banyak air. Penyebab diare antara lain stres, keracunan makanan, atau karena adanya organisme perusak yang melukai dinding usus. Diare dalam waktu lama menyebabkan hilangnya air an garam – garam mineral, sehingga terjadi dehidrasi.
   2.    Konstipasi (Sembelit)
Sembelit terjadi jika makanan masuk ke usus dengan tekstur yang lembut. Akibatnya, air terlalu banyak diserap usus, maka feses menjadi keras dan kering. Sembelit ini disebabkan karena kurang mengkonsumsi makanan yang berupa tumbuhan berserat dan banyak mengkonsumsi daging. 
   3.    Tukak Lambung (Gastritis)
Dinding lambung diselubungi mukus yang di dalamnya juga terkandung enzim. Jika pertahanan mukus rusak, enzim pencernaan akan mengikis bagian – bagian kecil dari lapisan permukaan lambung. Hal tersebut menyebabkan terjadinya tukak lambung. Tukak lambung menyebabkan berlubangnya dinding lambung sehingga isi lambung jatuh di rongga perut. Tukak lambung ini disebabkan oleh infeksi bakteri jenis tertentu, stres, atau makan tidak teratur.
   4.    Peritonitis
Merupakan peradangan pada selaput perut (peritonium)
   5.    Kolik
Kolik adalah gangguan pencernaan akibat mengkonsumsi makanan yang merangsang lambung, seperti alkohol atau cabai yang mengakibatkan rasa nyeri.
   6.    Xerostomia
Xerostomia adalah penyakit yang menyerang rongga mulut. Penyakit ini disebabkan karena rendahnya produksi air ludah. Akibatnya, makanan tidak dapat dicerna dengan baik.
  7.    Apendisitis (Usus Buntu)
Apenditisitis adalah penyakit yang disebabkan adanya infeksi (radang) yang terjadi pada umbai cacing.

 Itulah beberapa gangguan dan penyakit yang menyerang sistem pencernaan. Terima Kasih